2 Rekomendasi Film Klasik Horor Untuk Momen Halloween Anda

Hari Halloween identic dengan topeng atau penyamaran yang menyeramkan. Di momen Halloween ini banyak orang yang melewatkannya dengan menonton film bergenre horror agar sensasi horror di malam Halloween bisa lebih terasa. Ada banyak sekali pilihan film dengan genre horror yang kini mulai bermunculan dan tak jarang yang memperoleh penghargaan sebagai film terbaik. Nah anda yang merupakan pecinta film horror sangat tepat untuk mencoba menonton beberapa pilihan film horror klasik terbaik. Mungkin sebagian besar orang berfikir bahwa film horror klasik tidak semenarik film horror jaman sekarang. Namun siapa sangka ternyata film horror klasik memiliki kisah yang lebih mengerikan dibandingkan cerita horror jaman sekarang kebanyakan. Jika anda mulai tertarik untuk menonton film horror klasik maka berikut ini bisa anda simak pilihan film horror klasik yang bisa menemani anda pada malam Halloween anda.

Film pertama yang direkomendasikan oleh situs untuk anda tonton adalah film dengan judul ‘Halloween’. Sesuai dengan judul filmnya, kisah pada film ini terjadi pada malam perayaan pesta Halloween. Film ini mengisahkan alur mengerikan dari cerita pembunuhan dan menyeramkan yang diperankan oleh tokoh bernama Mike Myers. Ia merupakan orang gila yang memiliki masalah kejiwaan sejak ia kecil. Hal ini terbukti dari kisah jaman kecilnya yang sudah berani membunuh kakak kandungnya sendiri secara mengenaskan. Tak berhenti sampai di situ, kisah menyeramkan ini berlanjut hingga Mike Myers tumbuh dewasa dan mulai melakukan aksi gilanya membunuh orang-orang tak berdosa di sekitarnya. Pada saat ia melakukan aksinya, Mike Myers menggunakan topeng yang membuat orang disekitarnya tidak merasa curiga oleh tingkah lakunya yang memiliki tujuan kekejian dari dirinya. Dengan acting yang memukau dari para pemerannya maka film ini berhasil menjadi salah satu film horror yang fenomenal.

ScreamFilm horror klasik kedua yang sangat direkomendasikan untuk menamani anda merayakan Halloween adalah film dengan judul ‘Scream’. Film ini bisa dibilang merupakan salah satu film klasik yang menyandang predikat terbaik. Film ini mengisahkan peran seorang psikopat dengan topeng andalannya sebagai pembunuh orang-orang yang berani berhadapan dengan dirinya. Dalam film ini selain mengisahkan kejahatan si psikopat, di sini diceritakan juga peran utama wanita dengan gangguan traumatic dalam dirinya akibat peristiwanya di masa lalu yang merampas nyawa ibunya sendiri. Wanita ini akan berhadapan dengan si psikopat yang mengerikan dan merupakan sorang pembunuh bertopeng. Tentu saja dengan peran dan acting yang sangat bagus, film ini berhasil menduduki salah satu pilihan film horror klasik yang hingga kini masih sering ditayangkan dan masih mengundang banyak penonton. Kedua judul film horror klasik yang telah dijelaskan tersebut sangat bisa membuat dan memacu adrenalin anda di malam perayaan Halloween.

Direktor Film Terpopuler Sepanjang Sejarah

Steven Allan Spielberg merupakan director film terkenal sepanjang sejarah yang lahir di Amerika pada tanggal 18 Desember tahun 1946. Sebagai seorang direktor film ternama, Steven Allan Spielberg merupakan salah satu pelopor berdirinya era New Hollywood. Dengan kepiawaiannya dalam membuat film, ia berhasil meraih kekayaan bersih hingga 3,7 milyar US Dollar. Keberhasilannya dalam membuat film hingga saat ini tak lepas dari usaha dan kepiawaiannya dalam mengarang kisah untuk film yang akan ia buat. Ketika ia mengarahkan perhatian masyarakat akan teater kecil yang ia buat. Steven Allan Spielberg semakin dikenal baik oleh masyarakat sebagai seorang direktor yang sukses. Di dalam film Jaws, Steven Allan Spielberg mampu menyukseskan film tersebut dan membawanya sebagai blockbuster terpanas pada musim panas pertama. Tidak hanya berhenti di film Jaws, Steven Allan Spielberg melanjutkan kinerjanya dengan film aksi petualangan yang berjudul Close Encounters of the Third Kind pada tahun 1977, Indiana Jones: The Extra Terrestrial di tahun 1892 dan film Jurassic Park yang dikenal sebagai film arketipe modern.

Tidak hanya berhasil dalam membuat film dengan genre petualangan dan fiksi ilmiah, Steven Allan Spielberg juga berhasil menciptakan film-film terbaru yang berisikan dengan isu humanistic melalui film The Color Purple di tahun 1985, film Empire of The Sun di tahun 1987, Schinder’s List di tahun 1993, film Saving Private Ryan di tahun 1998 dan film Amistad di tahun 1997. Kesemua film tersebut memiliki pandangan kisah pada abad ke-21. Film The Post, Bridge of Spies, Lincoln dan film Munich dianggap sebagai film yang paling kritis yang pernah ia ciptakan. Selama profesi yang ia jalani hingga saat ini, Steven Allan Spielberg berhasil mendirikan DreamWorks Studios dan Amblin Entertainment. Tidak hanya itu, ia juga bertransisi ke industry video game. Dilihat dari karyanya selama ini, tak mengherankan jika ia disebut-sebut sebagai seorang direktor film terpopuler sepanjang sejarah Amerika Serikat.Steven Allan SpielbergSebelum menjadi seorang direktor yang berhasil, Steven Allan Spielberg memiliki masa kecil yang cukup sulit. Ketika ia kecil, Steven Allan Spielberg merasa kesulitan untuk menjadi penganut Yahudi Ortodoks. Ia bahkan sempat merasa malu dengan kepercayaannya dan kebiasaan orang tuanya dalam beribadah. Ia bahkan kerap mendapat cacian dan gunjingan dari anak-anak sebayanya. Tidak hanya itu, Steven Allan Spielberg kecil pernah mengalami tindak kekerasan yang dilakukan teman sekolahnya akibat kepercayaan yang ia anut. Meskipun begitu, kisah pilu ketika masa kecilnya bukan menjadi hambatan bagi Steven Allan Spielberg untuk menjadi seorang direktor film yang berhasil. Keberhasilan Steven Allan Spielberg dalam membuat film dapat kita jadikan panutan dalam menjalani karir yang kita miliki.

Iko Uwais, Aktor Indonesia yang Mendunia

Iko Uwais merupakan nama actor Indonesia yang terkenal di dalam dan luar negeri. Pria dengan nama asli Uwais Qorny tersebut lahir di Jakarta pada tanggal 12 Febuari 1983. Tidak hanya dikenal sebagai seorang actor, Iko Uwais juga merupakan seoranga atlet pencak silat dan merupakan seorang pencipta sendratari sebuah film. Sebelum menjadi seorang actor terkenal, Iko Uwais memulai karirnya sebagai seorang Yuda di film Merantau di tahun 2009. Dikenal sebagai seorang actor Indonesia, Iko Uwais berhasil melebarkan sayapnya di luar negeri dan membuatnya dikenal baik oleh para penikmat film yang berasal dari mancanegara.

Nama Iko Uwais sendiri mulai bersinar di luar negeri sejak pertemuannya dengan Gareth Evans yang merupakan seorang sutrada film luar negeri. Pertemuannya di tahun 2007 membawa Iko Uwais untuk bekerjasama dengan sutradara tersebut dan menciptakan sebuah film documenter. Film documenter tersebut menceritakan mengenai silat. Karisma dan kemampuan Iko Uwais ketika berperan di film documenter tersebut membuatnya dijadikan tokoh utama di film garapan Gareth Evans selanjutnya. Merantau merupakan film pertama yang membuat Iko Uwais menjadi tokoh utama di film yang dibuat oleh Gareth Evans. Tak tanggung-tanggung, Iko Uwais dan Gareth Evans melakukan kerjasama kontrak yang berlaku selama lima tahun. Berbicara mengenai Merantau, Iko Uwais berperan sebagai seorang pemuda asal Minang yang berlatih silat harimau. Film Merantau sendiri rilis pada tanggal 6 Agustus 2009 di Indonesia. Tidak hanya dikenal di Indonesia, film tersebut juga dikenal baik oleh masyarakat dunia. Hal tersebut dapat dibuktikan dengan peraihan film terbaik di ajang penghargaan Fantastic Fest di Texas.

Iko Uwais, Aktor Indonesia yang MenduniaNama Iko Uwais mulai meraja rela di kancah internasional berkat film The Raid yang ia mainkan. The Raid menjadi film lainnya yang berhasil dimainkan oleh Iko Uwais. Film The Raid yang rilis di beberapa negara besar di dunia membawa nama Iko Uwais semakin dikenal di mancanegara. Nama Iko Uwais menjadi nama yang tidak asing lagi bagi masyarakat dunia akibat kepiawaiannya dalam berakting di film The Raid. Sejumlah kritikus dari bahkan memuji bakat Iko Uwais dalam melakukan seni bela diri di film tersebut. Tidak hanya berperan sebagai tokoh utama di film The Raid, Iko Uwais juga berperan sebagai seorang koreografer di film tersebut bersama dengan Yayan Ruhian. Selain kedua film tersebut, film The Raid: Retaliation atau Berandal menambah daftar film lainnya yang diperankan oleh Iko Uwais dan membawa namanya semakin dikenal di kancah internasional. Tidak hanya berhasil membawa namanya sebagai seorang actor ternama, Iko Uwais ternyata memiliki prestasi yang sangat luar biasa sebagai atlet pencak silat di Indonesia.

Mengenal si Tampan Chris Hemsworth

Bagi para penikmat film, Anda tentunya mengenal siapa itu Chris Hemsworth bukan? Chris Hemsworth merupakan salah satu actor terkenal asal Australia yang memiliki paras tampan dan tubuh atletis. Dengan wajahnya yang tampan, Chris memiliki modal yang cukup besar untuk berperan di panggung hiburan. Tidak hanya karena wajahnya yang tampan, Chris Hemsworth juga piawai dalam berakting di semua film yang ia bintangi. Hal tersebut dapat dibuktikan dengan nama besarnya yang mampu membawa beberapa nama judul film sebagai film terbaik di kancah internasional. Actor tampan kelahiran Australia tanggal 11 Agustus 1983 silam tersebut telah dikaruniai oleh tiga orang anak yang bernama, India Rose, Tristan dan Sasha. Ketiga anak tersebut merupakan buah pernikahannya bersama dengan Elsa Pataky.

Jika diperhatikan dengan seksama, kepiawaian Chris Hemsworth dalam berakting merupakan hasil kerja kerasnya selama ini tanpa campur tangan dari orang lain. Sang ayah yang merupakan seorang konselor dan ibunya yang seorang guru Bahasa Inggris berhasil membesarkan tiga orang putera yang sama-sama terjun di dunia hiburan sebagai seorang actor. Sebagai anak kedua dari ketiga bersaudara, Chris Hemsworth merupakan sosok yang banyak membintangi film terkenal dibandingkan dengan kedua saudaranya. Di tahun 2004 silam, Chris Hemsworth pernah mengikuti sebuah audisi di opera sabun Home and Away untuk memperebutkan peran seorang Robbie Hunter. Sayangnya, kesempatannya untuk berperan sebagai seorang Robbie Hunter tidak dapat ia peroleh. Meskipun begitu, ia mendapatkan tawaran untuk memerankan tokoh Kim Hyde dan membuatnya harus pindah ke kota Sidney. Di drama seri tersebut, Chris Hemsworth berhasil menampilkan kemampuannya dalam berakting untuk 171 episode. Di tahun 2009, Chris Hemsworth membintangi film berjudul Star Trek dan berperan sebagai seorang ayah dari James T. Kirk. Di tahun yang sama, Chris Hemsworth juga mengasah kemampuan beraktingnya di film A Perfect Getaway.

Mengenal si Tampan Chris HemsworthActor tampan tersebut semakin bersinar di dunia hiburan akibat keterlibatannya dalam film Thor yang diperkenalkan oleh di tahun 2011. Di film tersebu, Chris Hemsworth berperan sebagai tokoh utama yang memiliki kehidupan yang cukup berliku. Dengan aksinya di film Thor tersebut, Chris Hemsworth berperan kembali sebagai sosok Thor di film karya Marvel lainnya, seperti The Avengers dan film Thor: The Dark World. Selama berakting hingga tahun ini, Chris Hemsworth berhasil meraih beberapa penghargaan ternama. Di tahun 2012, Chris Hemsworth berhasil meraih kemenangan untuk penghargaan Teen Choice Award Summer Movie Star, People’s Choice Award Favorite Action Movie Star di tahun 2013 dan MTV Movie Award for Best Fight di tahun 2013. Selain tampan, Chris Hemsworth juga berbakat di dunia peran dan dibuktikan dengan banyaknya film yang ia bintangi.

Perjalanan Joe Taslim

Johanes Taslim atau lebih terkenal sebagai Joe Taslim lahir di Palembang, 23 Juni 1981. Merupakan atlit profesional judo, Ia memenangkan beberapa medali emas di kejuaraan nasional, satu medali emas di kejuaraan South East Asia Judo Championship Singapore tahun 1999, dan satu medali perak di gelaran SEA Games 2007. Joe telah tergabung menjadi anggota tim nasional judo Indonesia sejak 1997 sampai 2009. Sebelum akhirnya mengalami cedera dan memutuskan pensiun.

Karir Joe Taslim di perfilm indonesia mulai naik sejak joe dipercaya berperan sebagai Jaka, sersan pasukan khusus di film The Raid: Redemption, Film arahan sutradara Gareth Evans ini sukses menarik perhatian penonton dalam dan luar negeri. Film ini pertama kali dipertontonkan di Festival Film Internasional Toronto 2011. Film tersebut disebut sebagai salah satu film seni bela diri terbaik Indonesia setelah bertahun-tahun. Setelah The Raid, Joe terlibat dalam film laga horor pertama buatan HBO Asia, Dead Mine, yang dirilis di sejumlah negara Asia pada September 2012 dan ditayangkan perdana di semua saluran televisi HBO Asia. Kesuksesan The Raid membuat nama Joe semakin dikenal di industri perfilman dunia. Pada tahun 2012 joe secara resmi terlibat dalam di film “Fast Furious 6” yang tayang di tahun 2013. Di film ini sutradarai oleh Dustin Lin. Tidak main main Joe berperan sebagai Jah, ahli bela diri Asia. Ia adalah anak buah tokoh antagonis dan beradu acting dengan aktor internasional sekelas Vin Diesel dan Dwayne Johnson. Hal itu tentu sangat membangkan untuk suami dari Juli Taslim tersebut. Selain itu hal yang membangkan lainya Joe juga terlibat dengan salah satu film legendaris Star Wars

 Perjalanan Joe TaslimJoe kembali menyapa penggemarnya di 2018 lewat filmnya “The Night Comes for Us“. Film yang di sutradarai oleh Timo Tjahjanto ini akan mengobati kerinduan dengan aksi bela diri dari Joe Taslim yang kembali di pasangkan dengan lawan mainnya di The Raid yakni Iko Uwais